EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA TERHADAP GIZI IBU HAMIL, BALITA DAN ANAK, SERTA PENYULUHAN PENGGUNAAN BUKU KIA DI DESA SEGARAJAYA KECAMATAN TARUMAJAYA KAB. BEKASI
Keywords:
KEK, buku KIA, Gizi balitaAbstract
Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah kondisi gizi kurang yang dialami ibu hamil akibat kurangnya asupan energi dan protein dalam waktu lama, yang ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm. KEK pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR), serta stunting pada anak. Sementara itu, balita dengan status gizi kurang atau buruk berisiko mengalami keterlambatan tumbuh kembang, penurunan imunitas tubuh, serta peningkatan risiko kematian akibat penyakit infeksi. (Kementerian Kesehatan RI, 2023). Berdasarkan data nasional, prevalensi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Indonesia mencapai 17,3% menurut Riskesdas 2018. Selain itu, hampir setengah dari ibu hamil (48,9%) mengalami anemia. Di Kabupaten Bekasi, prevalensi stunting mengalami peningkatan dari 17,8% pada tahun 2022 menjadi 23,2% pada tahun 2023. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mencatat sekitar 2.900 balita terindikasi mengalami stunting hingga pertengahan tahun 2024. Meskipun data spesifik mengenai jumlah ibu hamil dengan KEK di Kabupaten Bekasi tidak tersedia dalam sumber yang ada, peningkatan prevalensi stunting pada balita dapat mengindikasikan adanya masalah gizi pada ibu hamil di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi gizi yang lebih intensif bagi ibu hamil dan balita untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat. Secara nasional, pemerintah Indonesia telah meluncurkan program pemberian makanan gratis senilai $28 miliar yang ditujukan untuk memberi makan 90 juta anak dan ibu hamil guna memerangi malnutrisi. Program ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting yang saat ini mempengaruhi 21,5% anak di bawah lima tahun. Upaya-upaya ini diharapkan dapat menurunkan prevalensi KEK pada ibu hamil dan masalah gizi pada balita, khususnya di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan survei kesehatan di Posyandu Sakura, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, ditemukan beberapa kasus ibu hamil dengan KEK dan balita dengan status gizi kurang. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan dan gizi di tingkat komunitas untuk mencegah dampak jangka panjang dari permasalahan tersebut.



