Journal Nusantara Public Health
https://jnph.org/index.php/JAN
<p>Journal Nusantara Public Health (JNPH) is the official peer-reviewed research journal of the Journal Nusantara Public Health. JNPH is devoted to the dissemination of groundbreaking research on the theories, practices, and education of adult nursing and midwifery. Research on other subject areas or issues that contribute to adult nursing and midwifery are published at the discretion of the Editorial Board. The goal of JNPH is to contribute health maintenance, health promotion, disease prevention, and recovery from diseases in adults by publishing research. JNPH is published four times per year in February, May, August, and November. </p>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantaraen-USJournal Nusantara Public HealthEDUKASI DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DIPOSYANDU MELATI DESA PANGKAT KECAMATAN PANGKAT KAB. TANGERANG BANTEN
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/111
<p class="p1"><span class="s1"><strong>Pendahuluan: </strong></span>Secara global, berdasarkan data UNICEF dan WHO angka prevalensi stunting Indonesia menempati urutan</p> <p class="p1">tertinggi ke-27 dari 154 negara yang memiliki data stunting. Angka stunting di Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 21,5 persen, hanya turun 0,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 21,6 persen. Kurangnya asupan gizi pada ibu sejak sebelum hamil, selama kehamilan, dan pada 1.000 hari pertama kehidupan anak dapat menghambat pertumbuhan <span class="s1"><strong>Metode: </strong></span>Pendekatan partisipatif, artinya mitra binaan akan secara aktif dilibatkan dalam setiap tahapan dan kegiatan pembinaan yang dilakukan melalui pendidikan kesehatan tentang stunting, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian MPASI kaya protein,</p> <p class="p1">dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan pada balita yang mengalami stunting. <span class="s1"><strong>Hasil: </strong></span>Dari 70 balita yang datang hanya sebagian (50.0%) ibu yang mengetahui tentang stunting dan pencegahannya. Setelah diberikan penyuluhan dan media edukasi berupa leaflet pengetahuan ibu balita tentang stunting dan pencegahannya meningkat. <span class="s1"><strong>Kesimpulan:</strong>. </span>Keluarga Balita Stunting mendapatkan edukasi tentang intervensi spesifik dengan pemeberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang, dukungan pemberian MPASI dan keluarga sudah mengerti juga mau melaksanakan anjuran yang diberikan.</p>Abela MayunitaMelisa Putri RahmadhenaBunga RomadhonaLili AnggrainiDyah Mayasari FatwaSukmawatiSukarni Setya Yuningsih
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-03-052026-03-0531PENYULUHAN PIJAT BAYI UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/126
<p class="p1">Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat krusial.</p> <p class="p1">Pada fase ini, pemenuhan nutrisi yang adekuat menjadi fondasi utama bagi kesehatan anak</p> <p class="p1">di masa depan. Namun, salah satu tantangan yang paling sering dikeluhkan oleh para orang</p> <p class="p1">tua, terutama ibu, adalah masalah nafsu makan yang rendah atau <em>picky eating</em> pada bayinya.</p> <p class="p1">Penurunan nafsu makan yang berkelanjutan dapat berdampak buruk, mulai dari hambatan</p> <p class="p1">pertumbuhan fisik, penurunan daya tahan tubuh, hingga risiko <em>stunting</em>. Banyak orang tua</p> <p class="p1">sering kali merasa panik saat bayi menunjukkan penurunan nafsu makan. Rasa panik</p> <p class="p1">tersebut kerap berujung pada pemberian suplemen penambah nafsu makan secara terus-</p> <p class="p1">menerus atau memaksa anak untuk makan, yang justru dapat menciptakan trauma makan</p> <p class="p1">dan memperburuk kondisi psikologis bayi. Padahal, nafsu makan bayi sangat dipengaruhi</p> <p class="p1">oleh kenyamanan fisik dan kondisi emosionalnya.</p>HasridaImroatul AzizahIta Herawati
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-04-012026-04-0131EDUKASI ANEMIA PADA REMAJA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI SMAN 100 JAKARTA TIMUR
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/102
<p style="font-weight: 400;">darah yaitu hemoglobin dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan remaja tentang Anemia dalam upaya pencegahan Stunting di SMAN 100 Jakarta Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dengan tahap persiapan, pembagian tugas untuk tim pengabmas, pemberian edukasi, tahap pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi menggunakan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta, tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist pre-test dan post test terhadap peningkatan pengetahuan terkait anemia dalam upaya pencegahan stunting. Hasil pre-test pengetahuan 27% dan post-test 67%. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap pencegahan stunting. Diharapkan adanya Kerjasama lebih lanjut antara sekolah dan puskesmas setempat dalam hal pemeriksaan hemoglobin berkala dan pemberian tablet tambah darah sebagai tindakan pencegahan anemia dalam upaya pencegahan stunting.</p>Lili AnggrainiDyah Mayasari FatwaWiwin WidyastutiAbela MayunitaMelisa Putri RahmadhenaBunga Romadhona Haque
Copyright (c)
2026-04-232026-04-23311218PELAYANAN KEBIDANAN KELUARGA DAN PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU MELATI 5 DESEMBER 2025
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/116
<p class="p1"><strong>Pendahuluan: </strong>Asuhan kebidanan pemberdayaan pada keluarga</p> <p class="p1">merupakan asuhan kebidanan komunitas yang dilakukan oleh</p> <p class="p1">bidan untuk pemecahan masalah kesehatan. <em>Stunting </em>pada anak</p> <p class="p1">merupakan masalah yang cukup serius karena berkaitan dengan</p> <p class="p1">risiko terjadinya kesakitan di masa yang akan datang serta</p> <p class="p1">sulitnya untuk mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang</p> <p class="p1">optimal. Berdasarkan data survey penduduk kelurahan jaka</p> <p class="p1">mulya kecamatan bekasi selatan berjumlah 35.283 jiwa dimana</p> <p class="p1">kelompok usia 0-4 th berjumlah 2.343.000 jiwa didapatkan %</p> <p class="p1">jiwa, sementara berdasarkan data penimbangan balita di 12</p> <p class="p1">posyandu terdapat 43 balita stunting dimana untuk wilayah</p> <p class="p1">posyandu durian V Terdapat 2 balita yang mengalami stunting</p> <p class="p1">dari jumlah sasaran 94 balita.</p> <p class="p1"><strong>Metode: </strong>Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dalam</p> <p class="p1">bentuk penyampaian materi.</p> <p class="p1"><strong>Hasil: </strong>Berdasarkan kegiatan terdapat hasil yang signifikan pada</p> <p class="p1">pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan</p> <p class="p1">pendidikan kesehatan.</p> <p class="p1"><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat peningkatan pengetahuan sasaran tentang</p> <p class="p1">pencegahan balita stunting pada masyarakat khususnya ibu hamil</p> <p class="p1">dan ibu yang memiliki balita di posyandu durian 5</p>Melisa Putri RahmadhenaBunga Romadhona HaqueLili AnggrainiWiwin WidyastutiDyah Mayasari FatwaAbela Mayunita
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-03-052026-03-0531PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENDAMPINGAN KELUARGA BERESIKO STUNTING DI WILAYAH DI POSYANDU ASOKA I DUSUN TEGALASEM JUNI TAHUN 2026
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/100
<p><span class="s1"><strong>Pendahuluan: </strong></span>Secara global, berdasarkan data UNICEF dan WHO angka prevalensi stunting Indonesia menempati urutan</p> <p>tertinggi ke-27 dari 154 negara yang memiliki data stunting. Angka stunting di Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 21,5 persen, hanya turun 0,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 21,6 persen. Kurangnya asupan gizi pada ibu sejak sebelum hamil,selama kehamilan, dan pada 1.000 hari pertama kehidupan anak dapat menghambat pertumbuhan <span class="s1"><strong>Metode: </strong></span>Pendekatan partisipatif, artinya mitra binaan akan secara aktif dilibatkan dalam setiap tahapan dan kegiatan pembinaan yang dilakukan melalui pendidikan kesehatan tentang stunting, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian MPASI kaya protein, dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan pada balita yang mengalami stunting. <span class="s1"><strong>Hasil: </strong></span>Dari 70 balita yang datang hanya sebagian (50.0%) ibu yang mengetahui tentang stunting dan pencegahannya. Setelah diberikan penyuluhan dan media edukasi berupa leaflet pengetahuan ibu balita tentang stunting dan pencegahannya meningkat. <span class="s1"><strong>Kesimpulan:</strong>. </span>Keluarga Balita Stunting mendapatkan edukasi tentang intervensi spesifik dengan pemeberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang, dukungan pemberian MPASI dan keluarga sudah mengerti juga mau melaksanakan anjuran yang diberikan.</p>Abela MayunitaMelisa Putri RahhmadhenaBunga Romadhona HaqueLili AnggraiiniDyah Mayasari FatwaWiwin WidyastutiSukmawati
Copyright (c)
2026-04-062026-04-063115EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING PADA ANAK DI RT. 002 RW. 008 DESA MEKAR SARI KEC. SUNGAI RAYA KALIMANTAN BARAT
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/114
<p>Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah kondisi gizi kurang yang dialami ibu hamil akibat kurangnya asupan energi dan protein dalam waktu lama, yang ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm. KEK pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR), serta stunting pada anak. Sementara itu, balita dengan status gizi</p> <p class="p1"><em>Stunting/</em>pendek merupakan kondisi kronis yang menggambarkan</p> <p class="p1">terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi dalam jangka waktu</p> <p class="p1">yang lama. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia</p> <p class="p1">Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, pengertian</p> <p class="p1">pendek dan sangat pendek adalah status gizi yang didasarkan pada</p> <p class="p1">Indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan</p> <p class="p1">menurut Umur (TB/U) yang merupakan istilah <em>stunted </em>(pendek) dan</p> <p class="p1"><em>severely stunted </em>(sangat pendek). Berdasarkan data 2020 balita</p> <p class="p1"><em>stunting</em> di dunia yang tertinggi berasal Asia (53%) kemudian diikuti</p> <p class="p1">oleh Afrika (41%). Proporsi terbanyak berasal dari Asia Selatan yaitu</p> <p class="p1">30,7% kemudian di posisi kedua Asia Tenggara sebesar 27,4%,</p> <p class="p1">sedangkan proporsi paling sedikit di Asia Timur yaitu 4,9%. <em>South-</em></p> <p class="p1"><em>eastern Asia Regional</em> posisi pertama diduduki Timor Leste dengan</p> <p class="p1">prevalensi sebesar 48,8% kemudian di posisi kedua adalah Indonesia</p> <p class="p1">sebesar 31,8%. Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei</p> <p class="p1">Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN,</p> <p class="p1">prevalensi <em>stunting</em> di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021</p> <p class="p1">menjadi 21,6% di 2022. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang</p> <p class="p1">terjadi pada anak akibat kekurangan asupan gizi dan faktor kesehatan</p> <p class="p1">selama 1000 hari pertama kehidupan. Berdasarkan data WHO,</p> <p class="p1">stunting meningkatkan risiko kematian anak, gangguan</p> <p class="p1">perkembangan kognitif, serta masalah kesehatan jangka panjang. Di</p> <p class="p1">sisi lain, keluarga berencana (KB) membantu mengatur jarak</p> <p class="p1">kelahiran, sehingga ibu memiliki waktu untuk pulih dan memenuhi</p> <p class="p1">kebutuhan nutrisi anak berikutnya. Imunisasi juga merupakan</p> <p class="p1">intervensi kesehatan penting untuk mencegah penyakit menular yang</p> <p class="p1">dapat memengaruhi pertumbuhan anak.</p> <p class="p1"><strong>Metode</strong> yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan penyuluhan,</p> <p class="p1">diskusi dan tanya jawab. Pemeriksaan serta pemberian makanan</p> <p class="p1">tambahan untuk bayi dan anak.</p> <p class="p1"><strong>Hasil</strong> setelah diberikan materi secara intensif, jumlah ibu yang</p> <p class="p1">pengetahuan kurang mengalami peningkatan.</p> <p class="p1"><strong>Kesimpulan</strong> : setelah mendapatkan penyuluhan serta edukasi yang</p> <p class="p1">baik tentang Stunting, pengetahuan ibu meningkat .</p>Dyah Mayasari FatwaWiwin WidyastutiAbela MayunitaMelisa Putri RahmadhenaBunga Romadhona HaqueLili AnggrainiSukmawati
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-03-052026-03-0531Pencegahan Bullying Dan Penguatan Kesehatan Mental Di Lingkungan SMK Kesehatan Fadh Islamic
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/112
<p style="font-weight: 400;"><strong>Pendahuluan: </strong>Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu target global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030, (WHO. 2020). Menurut data dari Riskesdas pada tahun 2020, prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia yaitu sebesar 48,9% yang terdiri dari ibu hamil usia 15-24 sebesar 84,6%, ibu hamil usia 23-34 sebesar 33,7%, ibu hamil usia 35-44 sebesar 33,6% dan terakhir yaitu pada 45-54 sebesar 24%. Adapun angka kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Karawang adalah sebesar 38% (Dinkes Kabupaten Karawang, 2024). Berdasarkan data kependudukan tahun 2024, Data Desa Sumurkondang mempunyai penduduk sebanyak 6172 jiwa, Jumlah KK : 1877 KK. Studi pendahuluan diPosyandu Seroja II terdapat 44 orang ibu hamil dengan 40 orang mengalami anemia dan 3 orang tidak mengalami anemia. <strong>Metode: </strong>Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dalam bentuk penyampaian materi dan pemberian tablet penambaha darah <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan kegiatan terdapat hasil yang signifikan pada pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.</p>Bunga Romadhona HaqueLili AnggrainiDyah Mayasari FatwaWiwin WidyastutiAbela MayunitaMelisa Putri Rahmadhena
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-03-052026-03-0531EDUKASI TENTANG PELATIHAN PENANGANAN KORBAN DEHIDRASI
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/127
<p>Pelatihan penanganan korban dehidrasi Adalah suatu program yang di rancang untuk memberikan pengetahuan dan keetrampilan kepada peserta dalam menangani korban dehidrasi. Dengan demikian, pelatihan penanganan korban dehidrasi dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kesadaran peserta dalam menangani korban dehidrasi, sehingga dapat mengurangi Risiko komplikasi dan keamtian akibat dehidrasi. Kegiatan penagbdian kepada masyarkat di RSUD Kota Bekasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Masyarakat mengenai betapa pentingnya penanganan korban dehidrasi. Hasil dari pengabdian penyuluhan tentang penanganan korban dehidrasi guna meningkatkan kesadaran Masyarakat akan pentingnya penanganan korban dehidrasi</p>Tatag MulyantoDesridius ChalidElfira Sri Futriani
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-04-012026-04-0131PENURUNAN KADAR BILIRUBIN BAYI YANG DIBERI PEMIJATAN PADA BAYI ASI DAN TANPA ASI DI WILAYAH BANTEN TAHUN 2024
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/103
<p style="font-weight: 400;">Hiperbilirubinemia tidak langsung merupakan salah satu kondisi yang paling mempengaruhi kesehatan bayi baru lahir di seluruh dunia dan terjadi pada 60% bayi baru lahir cukup bulan dan 80% bayi baru lahir prematur. Pijat bayi dapat menjadi metode yang efektif penanganan bayi ikterik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar bilirubin pada bayi yang diberi pemijatan dengan ASI dan tanpa ASI. Rancangan yang digunakan adalah <em>pre-test and post-test with control group </em>(<em>quasy experiment with control</em>)<em>. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah bayi ikterik yang dirawat di rumah sakit di wilayah Banten pada bulan Juni tahun 2024 sebanyak 50 bayi dengan jumlah sampel 44 bayi. Teknik pengambilan sampel dengan pendekatan <em>purposive sampling. </em>Sebagian besar responden pada kelompok intervensi adalah bayi ikterik dengan jenis kelamin perempuan (54,5%) dan pada kelompok kontrol sebagian besar responden adalah bayi laki-laki (59,1%). Pada kelompok intervensi sebelum intervensi rata-rata kadar bilirubin bayi adalah 16,4 mg/dL dan rata-rata setelah intervensi yaitu 11,9 mg/dL. Pada kelompok kontrol sebelum intervensi rata-rata kadar bilirubin bayi adalah 17,7 mg/dL dan rata-rata setelah intervensi yaitu 10,6 mg/dL. Pada kelompok intervensi sebelum intervensi sebagian besar kadar bilirubin responden dalam katagori patologis (59,1%) dan setelah intervensi ada dalam katagori fisiologis (81,8%). Sedangkan pada kelompok kontrol sebelum intervensi sebagian besar ada dalam katagori patologis yaitu 81,8% setelah intervensi sebagian besar dalam katagori fisiologis yaitu 68.2%. Pada kelompok intervensi rata-rata kadar bilirubin bayi setelah intervensi adalah 4,5 mg/dL dan pada kelompok kontrol rata-rata kadar bilirubin setelah intervensi yaitu 3,9 mg/dL.Terdapat perbedaan signifikan penurunan kadar bilirubin bayi ikterik setelah dipijat dan diberi ASI pada kelompok intervensi (p-Value 0,008). Terdapat perbedaan signifikan penurunan kadar bilirubin pada bayi ikterik yang dipijat tapi tidak diberi ASI pada kelompok kontrol (p-Value 0,000). Tidak ada perbedaan signifikan kadar bilirubin bayi ikterik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah intervensi (p-Value 0,055). Pijat bayi dan pemberian ASI dapat mengurangi kadar bilirubin pada hiperbilirubinemia neonatal dan dapat direkomendasikan untuk diberikan dalam perawatan dengan hati-hati. Pijat bayi mungkin efektif untuk pencegahan penyakit kuning patologis pada bayi baru lahir yang sehat.</p>Dyah Mayasari FatwaWiwin WidyastutiAbela MayunitaMelisa Putri RahmadhenaBunga Romadhona HaqueLili Anggraini
Copyright (c)
2026-04-232026-04-23311825PROJEK MK KELUARGA BERENCANA Pemberian Pelayanan KB yang Humanistik dengan Strategi Cafetaria KB di Klinik Harapan Baru Puri Kosambi, Kecamatan Klari ,Kabupaten Karawang. Tahun 2026
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/125
<p style="font-weight: 400;">Dalam upaya mendukung peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat pada program KB, diperlukan strategi komunikasi yanginovatif dan menarik. Salah satu strategi yang dapat dikembangkan adalah <strong>Cafetaria Keluarga Berencana</strong>, yaitu ruang layanan terpadu yang menyajikan informasi, konseling, edukasi, dan simulasi alat kontrasepsi dalam bentuk yang lebih santai, interaktif, dan ramah bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan yang dapat meningkatkan kualitas informasi dan pelayanan KB.<strong>Metode</strong>Program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan pendekatan Pemberian Pelayanan KB yang Humanistik dengan Strategi Cafetaria KB di Klinik milik Mahasiswa Kebidanan. Kegiatan meliputi Inovasi Ruangan konseling yang dilengkapi dengan logo Cafetaria KB , sesi Konseling dengan alat bantu berupa Roda klop KB,, Lembar balik ABPK, edukasi kesehatan menggunakan phantom KB, Leafleat, Banner dan menu Cafetaria KB, dan praktik konseling KB langsung kepada klien KB . Materi edukasi, media visual, serta pendampingan langsung digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan umpan balik peserta guna menilai tingkat pemahaman dan penguasaan keterampilan. Konseling KB <strong>Hasil</strong> Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan dampak yang positif, dari Bidannya ditandai dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dan lebih percaya diri dalam melakukan konseling KB , Klien juga merasakan puas dengan pelayan KB yang diberikan dengan menerapkan Inovasi dari Cafetaria yang humanistik . <strong>Kesimpulan</strong> Edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan pelatihan praktik pijat bayi secara efektif mampu memberdayakan keluarga dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Edukasi berkelanjutan serta pelaksanaan program serupa berbasis masyarakat direkomendasikan untuk memperkuat pelayanan yang berorientasi pada keluarga dan mendorong pertumbuhan serta ikatan emosional yang optimal pada masa awal kehidupan anak.</p>RahmadyantiLili Farlikhatun
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-04-012026-04-0131OPTIMALISASI KESEHATAN IBU HAMIL DENGAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MENGATASI ANEMIA DALAM KEHAMILAN DAN PEMBERIAN TABLET PENAMBAH DARAH DI POSYANDU SEROJA II DESA SUMURKONDANG KEC. KLARI JANUARI 2026
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/101
<p style="font-weight: 400;"><strong>Pendahuluan: </strong>Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu target global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030, (WHO. 2020). Menurut data dari Riskesdas pada tahun 2020, prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia yaitu sebesar 48,9% yang terdiri dari ibu hamil usia 15-24 sebesar 84,6%, ibu hamil usia 23-34 sebesar 33,7%, ibu hamil usia 35-44 sebesar 33,6% dan terakhir yaitu pada 45-54 sebesar 24%. Adapun angka kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Karawang adalah sebesar 38% (Dinkes Kabupaten Karawang, 2024). Berdasarkan data kependudukan tahun 2024, Data Desa Sumurkondang mempunyai penduduk sebanyak 6172 jiwa, Jumlah KK : 1877 KK. Studi pendahuluan diPosyandu Seroja II terdapat 44 orang ibu hamil dengan 40 orang mengalami anemia dan 3 orang tidak mengalami anemia.<strong>Metode: </strong>Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dalam bentuk penyampaian materi dan pemberian tablet penambaha darah <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan kegiatan terdapat hasil yang signifikan pada pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat peningkatan pengetahuan sasaran tentang mengatasi anemia dalam kehamilan oleh ibu hamil di posyandu durian 5.</p>Bunga Romadhon HaqueLili AnggrainiDyah MayasariWiwin WidyastutiAbella MayunitaMelisa Putri Rahmadhena
Copyright (c)
2026-04-232026-04-2331612Edukasi Nutrisi dan Diet Rendah Garam sebagai Upaya Preventif Preeklampsia pada Ibu Hamil Risiko Tinggi di Bekasi Tahun 2026
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/115
<p class="p1">Preeklampsia merupakan penyebab kematian ibu nomor dua di Indonesia,</p> <p class="p1">menyumbang sekitar 27,1% dari total angka kematian ibu (AKI). Di Bekasi,</p> <p class="p1">profil risiko preeklampsia menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan faktor</p> <p class="p1">usia dan paritas, di mana ibu dengan usia ekstrem memiliki risiko hingga 44 kali</p> <p class="p1">lebih tinggi untuk mengalami preeklampsia berat. Laporan pengabdian</p> <p class="p1">masyarakat ini merinci program intervensi edukasi nutrisi yang difokuskan pada</p> <p class="p1">diet rendah garam dan suplementasi kalsium sebagai langkah preventif primer.</p> <p class="p1"><strong>Metode</strong></p> <p class="p1">Program pengabdian kepada masyarakat ini Metode yang digunakan meliputi</p> <p class="p1">skrining risiko melalui Mean Arterial Pressure (MAP), Roll Over Test (ROT),</p> <p class="p1">serta penyuluhan terstruktur menggunakan media booklet dan kuesioner pre-test</p> <p class="p1">dan post-test.</p> <p class="p1"><strong>Hasil</strong></p> <p class="p1">Kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu hamil</p> <p class="p1">mengenai pembatasan natrium (ambang batas 1.500 mg/hari) dan pentingnya</p> <p class="p1">kalsium (1,5 - 2,0 g/hari) untuk mencegah vasokonstriktor vaskular. Integrasi</p> <p class="p1">data lokal Bekasi mengonfirmasi bahwa pola makan masyarakat urban-suburban</p> <p class="p1">yang tinggi natrium menjadi pemicu utama hipertensi gestasional.</p> <p class="p1"><strong>Kesimpulan</strong></p> <p class="p1">Program ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan peserta, yang pada</p> <p class="p1">gilirannya diharapkan dapat menurunkan prevalensi komplikasi kehamilan di</p> <p class="p1">wilayah Bekasi secara berkelanjutan.</p>Wiwin WidyastutiAbela MayunitaMelisa Putri RahmadhenaBunga Romadhona HaqueLili AnggrainiDyah Mayasari Fatwa
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-03-052026-03-0531Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Remaja Di SMA Negeri 21 Kayu Putih
https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/113
<p style="font-weight: 400;">Anemia merupakan suatu keadaan dimana komponen di dalam darah yaitu hemoglobin dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan remaja tentang Anemia dalam upaya pencegahan Stunting di SMAN 100 Jakarta Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dengan tahap persiapan, pembagian tugas untuk tim pengabmas, pemberian edukasi, tahap pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi menggunakan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta, tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist pre-test dan post test terhadap peningkatan pengetahuan terkait anemia dalam upaya pencegahan stunting. Hasil pre-test pengetahuan 27% dan post-test 67%. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap pencegahan stunting. Diharapkan adanya Kerjasama lebih lanjut antara sekolah dan puskesmas setempat dalam hal pemeriksaan hemoglobin berkala dan pemberian tablet tambah darah sebagai tindakan pencegahan anemia dalam upaya pencegahan stunting.</p>Lili AnggrainiDyah Mayasari FatwaWiwin WidyastutiSukmawatiLili FarlikhatunBunga Romadhona HaqueMelisa Putri RahmadhenaAbela Mayunita
Copyright (c) 2026 Journal Nusantara Public Health
2026-03-052026-03-0531