https://jnph.org/index.php/JAN/issue/feed Journal Nusantara Public Health 2026-10-10T00:00:00+00:00 Open Journal Systems <p>Journal Nusantara Public Health (JNPH) is the official peer-reviewed research journal of the Journal Nusantara Public Health. JNPH is devoted to the dissemination of groundbreaking research on the theories, practices, and education of adult nursing and midwifery. Research on other subject areas or issues that contribute to adult nursing and midwifery are published at the discretion of the Editorial Board. The goal of JNPH is to contribute health maintenance, health promotion, disease prevention, and recovery from diseases in adults by publishing research. JNPH is published four times per year in February, May, August, and November. </p> https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/180 PENGUATAN KAPASITAS BIDAN DESA DALAM MANAJEMEN AKSELERASI RUJUKAN PADA KASUS PREEKLAMPSIA BERAT DAN EKLAMPSIA 2026-09-15T06:07:10+00:00 Sukmawati watisukma2311@gmail.com <p class="p1">Preeklampsia berat dan eklampsi masih menjadi salah satu penyulit kehamilan yang</p> <p class="p1">berkontribusi tinggi terhadap angka kematian ibu (AKI). Keterlambatan dalam</p> <p class="p1">pengenalan tanda bahaya serta manajemen rujukan yang belum optimal menjadi</p> <p class="p1">tantangan utama di tingkat pelayanan primer. Kegiatan pengabdian masyarakat ini</p> <p class="p1">bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bidan desa dalam manajemen akselerasi</p> <p class="p1">rujukan pada kasus preeklampsia berat dan eklampsi. Kegiatan ini dilaksanakan pada</p> <p class="p1">25 September 2026 di Puskesmas Duren Sawit dengan melibatkan 25 orang bidan desa</p> <p class="p1">sebagai sasaran kegiatan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kombinasi edukasi</p> <p class="p1">interaktif, pelatihan alur rujukan cepat (akselerasi), serta simulasi penanganan awal dan</p> <p class="p1">stabilisasi pasien sebelum dirujuk. Evaluasi tingkat pengetahuan dan keterampilan</p> <p class="p1">peserta diukur menggunakan instrumen <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, serta lembar observasi</p> <p class="p1">keterampilan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada</p> <p class="p1">pemahaman peserta terkait deteksi dini, pemberian dosis awal stabilisasi, serta</p> <p class="p1">koordinasi alur rujukan darurat. Kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas teknis dan</p> <p class="p1">operasional bidan desa, sehingga diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan</p> <p class="p1">keputusan dan alur rujukan kasus preeklampsia berat maupun eklampsi demi menekan</p> <p class="p1">angka morbiditas dan mortalitas ibu di wilayah kerja Puskesmas Duren Sawit.</p> 2026-10-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/178 OPTIMALISASI PERAN SUAMI DALAM PENGENALAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN PERSALINAN 2026-09-15T05:59:48+00:00 Sukmawati watisukma2311@gmail.com Sukarni Setya Yuningsih sukarni@gmail.com <p class="p1">Komplikasi kehamilan dan persalinan masih menjadi penyebab utama</p> <p class="p1">tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Salah satu faktor penyebab</p> <p class="p1">keterlambatan penanganan komplikasi adalah kurangnya pemahaman</p> <p class="p1">keluarga, khususnya suami, dalam mengenali tanda-tanda bahaya sejak</p> <p class="p1">dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk</p> <p class="p1">mengoptimalisasi peran dan pengetahuan suami dalam mengidentifikasi</p> <p class="p1">tanda bahaya kehamilan dan persalinan sebagai upaya mendukung</p> <p class="p1">keselamatan ibu dan janin. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas</p> <p class="p1">Jatibening dengan melibatkan 30 orang suami dari ibu hamil sebagai</p> <p class="p1">sampel sasaran. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif</p> <p class="p1">melalui penyuluhan, diskusi kelompok terarah (<em>Focus Group</em></p> <p class="p1"><em>Discussion</em>), pemanfaatan media edukasi visual (buku saku/leaflet), serta</p> <p class="p1">evaluasi pengetahuan menggunakan lembar kuesioner sebelum (<em>pre-test</em>)</p> <p class="p1">dan sesudah (<em>post-test</em>) intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya</p> <p class="p1">peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan</p> <p class="p1">sasaran. Sebelum edukasi, sebagian besar peserta belum memahami tanda</p> <p class="p1">bahaya kritis seperti perdarahan pervaginam, hipertensi kehamilan, dan</p> <p class="p1">pecah ketuban dini. Setelah intervensi, terjadi peningkatan rerata skor</p> <p class="p1">pengetahuan sasaran secara bermakna, di mana seluruh peserta (100%)</p> <p class="p1">mampu mengenali tanda bahaya utama dan memahami langkah</p> <p class="p1">penanganan darurat yang harus dilakukan. Optimalisasi peran suami</p> <p class="p1">melalui edukasi terstruktur terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan</p> <p class="p1">kesiapsiagaan suami (<em>suami SIAP</em>) dalam mendampingi kehamilan dan</p> <p class="p1">persalinan.</p> 2026-10-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/179 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBENTUKAN KOLOMPOK MATERNAL EMERGENCY RESPONSE TEAM (MERT) 2026-09-15T06:03:20+00:00 Sukarni Setya Yuningsih watisukma2311@gmail.com Sukmawati watisukma2311@gmail.com <p class="p1"><strong>Latar Belakang:</strong> Keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya dan merujuk kasus</p> <p class="p1">kegawatdaruratan maternal masih menjadi pemicu utama tingginya Angka Kematian</p> <p class="p1">Ibu (AKI). Pembentukan kelompok <em>Maternal Emergency Response Team</em> (MERT)</p> <p class="p1">berbasis masyarakat merupakan strategi inovatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan</p> <p class="p1">respons cepat keluarga serta komunitas dalam menangani kegawatdaruratan kehamilan</p> <p class="p1">dan persalinan. <strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk</p> <p class="p1">memberdayakan masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan kelompok MERT di</p> <p class="p1">wilayah kerja Puskesmas Duren Sawit. <strong>Metode:</strong> Kegiatan intervensi ini melibatkan <strong>40</strong></p> <p class="p1"><strong>orang peserta</strong> yang terdiri dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan perwakilan</p> <p class="p1">keluarga di Puskesmas Duren Sawit. Metode pelaksanaan meliputi pembentukan</p> <p class="p1">struktur tim MERT, pelatihan materi kegawatdaruratan maternal, simulasi alur rujukan</p> <p class="p1">cepat, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan</p> <p class="p1">dan keterampilan peserta sebelum (<em>pre-test</em>) dan sesudah (<em>post-test</em>) pelatihan</p> <p class="p1">menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi <em>skill</em>. <strong>Hasil:</strong> Terjadi</p> <p class="p1">peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta setelah</p> <p class="p1">intervensi. Hasil <em>post-test</em> menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat</p> <p class="p1">dari <strong>54,2</strong> menjadi <strong>86,5</strong>, serta seluruh peserta (100%) mampu memperagakan alur</p> <p class="p1">komunikasi dan rujukan darurat MERT dengan tepat. Kelompok MERT yang terbentuk</p> <p class="p1">berhasil menyusun draf SOP rujukan tingkat RT/RW berbasis</p> <p class="p1">komunitas. <strong>Kesimpulan:</strong> Pembentukan kelompok MERT terbukti efektif</p> <p class="p1">meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam merespons</p> <p class="p1">kegawatdaruratan maternal. Disarankan agar Puskesmas Duren Sawit melakukan</p> <p class="p1">pembinaan dan integrasi program MERT secara berkelanjutan dalam kegiatan Posyandu</p> <p class="p1">dan Posbindu.</p> 2026-10-10T00:00:00+00:00 Copyright (c)