EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING PADA ANAK DI RT. 002 RW. 008 DESA MEKAR SARI KEC. SUNGAI RAYA KALIMANTAN BARAT

Authors

  • Dyah Mayasari Fatwa STIKes Abdi Nusantara
  • Wiwin Widyastuti STIKes Abdi Nusantara
  • Abela Mayunita STIKes Abdi Nusantara
  • Melisa Putri Rahmadhena STIKes Abdi Nusantara
  • Bunga Romadhona Haque STIKes Abdi Nusantara
  • Lili Anggraini STIKes Abdi Nusantara

Keywords:

Stunting, Pola makan, Makanan Pendamping

Abstract

Stunting/pendek merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi dalam jangka waktu yang lama. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, pengertian pendek dan sangat pendek adalah status gizi yang didasarkan pada Indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) yang merupakan istilah stunted (pendek) dan severely stunted (sangat pendek). Berdasarkan data 2020 balita stunting di dunia yang tertinggi berasal Asia (53%) kemudian diikuti oleh Afrika (41%). Proporsi terbanyak berasal dari Asia Selatan yaitu 30,7% kemudian di posisi kedua Asia Tenggara sebesar 27,4%, sedangkan proporsi paling sedikit di Asia Timur yaitu 4,9%. South-eastern Asia Regional posisi pertama diduduki Timor Leste dengan prevalensi sebesar 48,8% kemudian di posisi kedua adalah Indonesia sebesar 31,8%. Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi pada anak akibat kekurangan asupan gizi dan faktor kesehatan selama 1000 hari pertama kehidupan. Berdasarkan data WHO, stunting meningkatkan risiko kematian anak, gangguan perkembangan kognitif, serta masalah kesehatan jangka panjang. Di sisi lain, keluarga berencana (KB) membantu mengatur jarak kelahiran, sehingga ibu memiliki waktu untuk pulih dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak berikutnya. Imunisasi juga merupakan intervensi kesehatan penting untuk mencegah penyakit menular yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak.

Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan penyuluhan, diskusi dan tanya jawab. Pemeriksaan serta pemberian makanan tambahan untuk bayi dan anak.

Hasil setelah diberikan materi secara intensif, jumlah ibu yang pengetahuan kurang mengalami peningkatan.

Kesimpulan : setelah mendapatkan penyuluhan serta edukasi yang baik tentang Stunting, pengetahuan ibu meningkat .

Author Biographies

Dyah Mayasari Fatwa, STIKes Abdi Nusantara

Kebidanan

Wiwin Widyastuti, STIKes Abdi Nusantara

Kebidanan

Abela Mayunita, STIKes Abdi Nusantara

Kebidanan

Melisa Putri Rahmadhena, STIKes Abdi Nusantara

Kebidanan

Bunga Romadhona Haque, STIKes Abdi Nusantara

Kebidanan

Lili Anggraini, STIKes Abdi Nusantara

Kebidanan

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Mayasari Fatwa, D. ., Widyastuti, W. ., Mayunita, A., Putri Rahmadhena, M., Romadhona Haque, B., & Anggraini, L. . (2025). EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING PADA ANAK DI RT. 002 RW. 008 DESA MEKAR SARI KEC. SUNGAI RAYA KALIMANTAN BARAT. Journal Nusantara Public Health, 2(1). Retrieved from https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/93

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>