Hubungan Kelelahan Kerja Terhadap Siklus Menstruasi Pada Pekerja PT Cargil Kawasan Industri Makassar Tahun 2024

Authors

  • Sukmawati STIKes Abdi Nusantara

Abstract

Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan sistem reproduksi yang dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti kanker ovarium, kanker payudara dan infertilitas. Pada umumnya gangguan siklus menstruasi pada wanita disebabkan oleh kelelahan kerja pada wanita bekerja. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan kelelahan kerja dengan siklus menstruasi Wanita di PT Cargil Kawasan Industri Makassar Tahun 2020. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 polwan di PT Cargil Kawasan Indutri Makassar. Sampel yang dibutuhkan sebanyak 51 responden. Teknik pengambilan sampel responden menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Peneliti menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,015 artinya p value < ∝ (0,05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara kelelahan kerja dengan siklus menstruasi pada Wanita PT Cargil Kawasan Industri Makassar Tahun 2020. Dari hasil analisa Hasilnya, nilai OR sebesar 5,333 artinya kelelahan kerja ringan mempunyai kemungkinan 5,3 kali lebih besar untuk mengalami siklus menstruasi teratur dibandingkan kelelahan kerja berat. Terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan siklus menstruasi pada Wanita PT Cargil Kawasan Industri Makassar Tahun 2020. Diharapkan direktur PT Cargil Kawasan Indutri Makassar memperhatikan waktu istirahat pekerja untuk meminimalisir terjadinya kelelahan kerja sehingga dapat meningkatkan kerja. produktivitas.

Author Biography

Sukmawati, STIKes Abdi Nusantara

Kebidanan

Downloads

Published

2024-12-05

How to Cite

Sukmawati. (2024). Hubungan Kelelahan Kerja Terhadap Siklus Menstruasi Pada Pekerja PT Cargil Kawasan Industri Makassar Tahun 2024. Journal Nusantara Public Health, 1(2). Retrieved from https://jnph.org/index.php/JAN/article/view/45