Journal Innovation Nusantara Health https://jnph.org/index.php/jinh Indonesia en-US Journal Innovation Nusantara Health Teori dan Praktik Hukum Kesehatan: Tantangan dan Implementasi di Indonesia https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/120 <p class="p1">Hukum kesehatan di Indonesia telah memiliki dasar normatif yang kuat melalui regulasi</p> <p class="p1">seperti Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan Undang-</p> <p class="p1">Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Namun, implementasinya di lapangan</p> <p class="p1">masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini mengungkapkan adanya</p> <p class="p1">kesenjangan antara ketentuan hukum yang tertulis dengan praktik yang terjadi di fasilitas</p> <p class="p1">pelayanan kesehatan. Beberapa isu utama yang ditemukan meliputi rendahnya</p> <p class="p1">pemahaman hukum di kalangan tenaga medis, lemahnya penegakan terhadap</p> <p class="p1">pelanggaran etik dan profesi, serta konflik antara norma hukum dan prinsip etika dalam</p> <p class="p1">situasi medis tertentu. Di sisi lain, kasus pelanggaran hak pasien, penerapan prosedur</p> <p class="p1">informed consent yang minim komunikasi, serta kriminalisasi tenaga medis yang telah</p> <p class="p1">menjalankan standar prosedur menjadi permasalahan serius. Hasil penelitian</p> <p class="p1">menunjukkan bahwa keberadaan regulasi belum diimbangi dengan pelaksanaan yang</p> <p class="p1">konsisten dan perlindungan hukum yang seimbang. Oleh karena itu, diperlukan reformasi</p> <p class="p1">menyeluruh, termasuk penguatan literasi hukum kesehatan, integrasi hukum dalam</p> <p class="p1">pendidikan profesi medis, serta pembentukan lembaga penyelesaian sengketa medis</p> <p class="p1">yang independen. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam</p> <p class="p1">membangun sistem hukum kesehatan yang adil, profesional, dan berorientasi pada</p> <p class="p1">perlindungan hak seluruh pihak.</p> Lili Anggraini Dyah Mayasari Fatwa Bunga Romadhona Haque Wiwin Widyastuti Melisa Putri Rahmadhena Abela Mayunita Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-03-10 2026-03-10 3 1 PENGARUH PENGGUNAAN WHATSAPP GRUP TENTANG VIDEO ILUSTRASI FAMILY PLANNING TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR DI KALIDERES, JAKARTA BARAT https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/118 <p class="p1">Salah satu permasalahan di negara berkembang adalah tingginya angka kelahiran.</p> <p class="p1">BKKBN mengungkapkan terjadi penurunan pelayanan KB dan capaian peserta KB</p> <p class="p1">baru di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 35-45% yang berimbas pada</p> <p class="p1">meningkatnya jumlah kehamilan tidak direncanakan sebesar 15% pada 2024. WUS</p> <p class="p1">merupakan wanita yang ada para rentang usia antara 20-35 tahun untuk</p> <p class="p1">kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan</p> <p class="p1">whatsapp grup tentang video ilustrasi family planning terhadap pengetahuan</p> <p class="p1">Wanita Usia Subur di Kalideres Jakarta Barat Tahun 2025. Teknik pengumpulan</p> <p class="p1">data ini dengan quasi experimental, teknik analisis univariat dan bivariat dengan</p> <p class="p1">distribusi frekuensi antar variabel yang diteliti. penelitian ini dilakukan pada bulan</p> <p class="p1">Juni hingga Agustus 2025. Data analisis dengan uji Paired Samples T Test dan uji</p> <p class="p1">Independent Sample T Test. Dari hasil bahwa WUS yang diberikan Video ilustrasi</p> <p class="p1"><em>family planning </em>mengalami peningkatan pengetahuan yang berarti ada</p> <p class="p1">Pengaruhnya dimana nilai rata-rata sebelum diberikan 1,47 ± 0,507 sebanyak 14</p> <p class="p1">responden (47%) dan sesudah diberikan Meningkat menjadi 1,90 ± 0,305 sebanyak</p> <p class="p1">27 responden (90%). Seggingga dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan</p> <p class="p1">whatsapp grup dengan penyediaan video ilustrasi <em>family planning</em>.</p> Bunga Romadhona Haque Lili Anggraini Dyah Mayasari Fatwa Wiwin Widyastuti Abela Mayunita Melisa Putri Rahmadhena Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-03-10 2026-03-10 3 1 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keharmonisan Pasangan Suami Istri pasca-Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Jangka Panjang https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/147 <div> <p>Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera, dan harmonis. Keharmonisan dalam rumah tangga tidak hanya dibangun di atas landasan kasih sayang dan komunikasi, melainkan juga dipengaruhi oleh kesejahteraan fisik, emosional, serta kepuasan hubungan intim antarpasangan. Salah satu aspek penting yang mendukung perencanaan dan stabilitas keluarga adalah pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) melalui penggunaan alat atau obat kontrasepsi.</p> </div> <div> <p data-path-to-node="4">Di Indonesia, kontrasepsi hormonal—khususnya jenis jangka panjang seperti<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><strong data-path-to-node="4" data-index-in-node="74">implan (susuk)</strong><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>dan<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><strong data-path-to-node="4" data-index-in-node="93">suntik 3 bulanan</strong>—menjadi salah satu metode kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh pasangan usia subur (PUS). Metode ini dinilai memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, praktis, serta efisien dari segi waktu dan biaya. Kendati demikian, penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu yang panjang (<em data-path-to-node="4" data-index-in-node="451">long-term use</em>) membawa implikasi biologis dan psikologis yang bermakna bagi tubuh wanita.</p> </div> Budi Ermanto Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-04-21 2026-04-21 3 1 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Orangtua Menikahkan Anak pada Usia Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Karyamekar https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/105 <p class="p1">Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah perkawinan dini tertinggi. Penyebab</p> <p class="p1">pernihakan dini dapat dilihat dari berbagai sisi antara lain pengetahuan, pendidikan dan</p> <p class="p1">ekonomi orang tua, pola asuh serta peragulan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui</p> <p class="p1">faktor – faktor yang berhubungan dengan orangtua menikahkan anak pada usia dini di wilayah</p> <p class="p1">kerja puskesmas Karyamekar Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik</p> <p class="p1">dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik sampel yang digunakan adalah <em>accidental sampling</em></p> <p class="p1">dengan jumlah sampel 30 orang. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan</p> <p class="p1">bivariat dengan menggunakan program SPSS. Dari analisa univariat diperoleh hasil 20 (54,3%)</p> <p class="p1">responden menikahkan anak pada usia dini, 20 (57,1%) responden berpengetahuan rendah, 18</p> <p class="p1">(51,4%) responden berpendidikan rendah, 21 (57,1%) responden memiliki ekonomi sesuai UMR,</p> <p class="p1">20 (54,3%) responden memiliki pola asuh baik dan 19 (51,4%) responden memiliki anak dengan</p> <p class="p1">pergaulan tidak baik. Dari hasil uji statistic dengan chi square test diperoleh hasil terdapat</p> <p class="p1">hubungan antara pengetahuan (pvalue=0,021), pendidikan (pvalue=0,026), ekonomi orang tua</p> <p class="p1">(pvalue=0,012), pola asuh (0,004) dan pergaulan anak (pvalue=0,026) dengan orang tua</p> <p class="p1">menikahkan anak pada usia dini. Terdapat hubungan antara pengetahuan, pendidikan, ekonomi,</p> <p class="p1">pola asuh dan pergaulan anak dengan orangtua menikahkan anak pada usia dini. Diharapkan</p> <p class="p1">kepada puskesmas Karyamekar untuk memberikan intervensi sesuai dengan masalah yang ada</p> <p class="p1">dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini.</p> Abela Mayunita Melisa Putri Rahmadhena Bunga Romadhona Haque Lili Anggraini Dyah Mayasari Wiwin Widyastuti Copyright (c) 2026-03-21 2026-03-21 3 1 1 6 PENEGEMBANGAN E-MODUL ASUHAN KEBIDANAN KALA I PERSALINAN Pengembangan e-modul asuhan kebidanan kala l persalinan terhadap peningkatan keberhasilan sistem pendokumentasian partograf mahasiswa DIII kebidanan https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/128 <p style="font-weight: 400;"><em>E-modul </em>asuhan persalinan normal berbasis android merupakan media&nbsp; pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan dapat&nbsp; menambah pengetahuan. Di era 4.0 penggunaan teknologi berkembang sangat pesat&nbsp; melalui jaringan internet. Mahasiswa dengan leluasa dapat belajar mandiri dengan bantuan mobile learning dengan adanya pengembangan media banyak informasi kesehatan dan pendidikan yang tersedia serta mudah didapatkan dimanapun tanpa&nbsp; mengeluarkan banyak biaya. Informasi pembelajaran asuhan persalinan normal&nbsp; terutama pengisian pendokumentasian partograf sangat penting bagi mahasiswa yang nantinya akan memberikan pelayanan bagi ibu bersalin karena salah pengisian&nbsp; partograf akan sangat bahaya bagi pasien. <strong>Tujuan</strong> dari penelitian ini untuk memperoleh aplikasi media pembelajaran berupa <em>e-modul </em>berbasis android yang di lengkapi dengan video pembelajaran tentang asuhan persalinan kala I pendokumentasian partograf yang dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran mahasiswa DIII kebidanan. <strong>Metode</strong> Desain penelitian menggunakan metode <em>Research and Development </em>(R &amp; D) dikembangkan dan divalidasi menggunakan R&amp;D (<em>Research and Development) </em>yang dikembangkan oleh Borg and Gall. <strong>Hasil </strong>penelitian untuk menilai kegunaan aplikasi dengan menggunakan kuisioner. didapati hasil keseluruhan&nbsp; oleh validator dalam kategori sangat layak yang berarti bahwa aplikasi media pembelajaran tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa. <strong>Kesimpulan</strong> Pengembangan media pembelajaran berupa e-modul dan menilai kelayakan sebagai pendukung pembelajaran pada mahasiswa kebidanan. menggunakan model pengembangan R&amp;D Hasil perhitungan persentase kelayakan aplikasi pembelajaran asuhan persalinan kala I pendokumentasian partograf dari Ahli tekn ik informatika (IT) dan Ahli Materi yaitu aplikasi (Magguru) dalam kategori sangat layak digunakan. Hasil deskriptif perilaku penggunaan pada aplikasi didapatkan dalam kategori sangat layak digunakan yang dapat diartikan bahwa e-modul asuhan persalinan normal Kala I tentang pendokumentasian partograf berbasis android (Magguru) &nbsp;diterima mahasiswa dengan sangat bai.</p> Jusmawati Muldaniyah Ekayanti Hasrida Dwi Ghita Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-06-30 2026-06-30 3 1 THE EFFECT OF ENDORPHIN MASSAGE ON THE INTENSITY OF PREGNANT WOMEN'S BACK PAIN AT TPMB YUHENI 2026 https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/121 <p class="p1">Nyeri punggung saat hamil biasanya dialami wanita pada waktu-waktu tertentu dalam masa</p> <p class="p1">kehamilannya, biasanya sering terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Garshasbi (2017)</p> <p class="p1">melaporkan penelitiannya dari 107 responden, 69% ibu hamil mengalami nyeri punggung dan</p> <p class="p1">31% tidak mengalami nyeri punggung. Nyeri punggung lazim terjadi pada kehamilan dengan</p> <p class="p1">insiden yang dilaporkan bervariasi dari kira-kira 50% di Inggris dan Skandinavia sampai</p> <p class="p1">mendekati 70% di Australia. Purnamasari (2018) melaporkan dari 90 responden, 65,6% berat</p> <p class="p1">badannya <em>over weight </em>mengalami nyeri punggung.</p> <p class="p1">Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>quasi eksperimen</em> dengan jumlah</p> <p class="p1">sampel 41 responden. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pres test dan post test</p> <p class="p1">dengan pengisian lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis</p> <p class="p1">bivariat.</p> <p class="p1">Analisis <em>uji Wilcoxon</em> yaitu didapatkan nilai signifikansi 0.00 (<em>p&lt;0,05)</em>, dapat disimpulkan</p> <p class="p1">“terdapat perbedaan secara signifikan, pengaruh <em>Endorphin Massage</em> terhadap nyeri</p> <p class="p1">punggung”. Dengan kesimpulan bahwa Endorphin Massage berpengaruh terhadap nyeri</p> <p class="p1">punggung ibu hamil di Klinik Uwen Yuheni.</p> Melisa Putri Rahmadhena Bunga Romadhona Haque Lili Anggraini Dyah Mayasari Fatwa Wiwin Widyastuti Abela Mayunita Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-03-10 2026-03-10 3 1 PENURUNAN KADAR BILIRUBIN BAYI YANG DIBERI PEMIJATAN PADA BAYI ASI DAN TANPA ASI DI WILAYAH BANTEN TAHUN 2024 https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/119 <p class="p1">Hiperbilirubinemia tidak langsung merupakan salah satu kondisi yang paling mempengaruhi kesehatan</p> <p class="p1">bayi baru lahir di seluruh dunia dan terjadi pada 60% bayi baru lahir cukup bulan dan 80% bayi baru</p> <p class="p1">lahir prematur. Pijat bayi dapat menjadi metode yang efektif penanganan bayi ikterik. Penelitian ini</p> <p class="p1">bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar bilirubin pada bayi yang diberi pemijatan dengan ASI dan</p> <p class="p1">tanpa ASI. Rancangan yang digunakan adalah <em>pre-test and post-test with control group </em>(<em>quasy</em></p> <p class="p1"><em>experiment with control</em>)<em>. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah bayi ikterik yang dirawat di rumah sakit</p> <p class="p1">di wilayah Banten pada bulan Juni tahun 2024 sebanyak 50 bayi dengan jumlah sampel 44 bayi. Teknik</p> <p class="p1">pengambilan sampel dengan pendekatan <em>purposive sampling. </em>Sebagian besar responden pada kelompok</p> <p class="p1">intervensi adalah bayi ikterik dengan jenis kelamin perempuan (54,5%) dan pada kelompok kontrol</p> <p class="p1">sebagian besar responden adalah bayi laki-laki (59,1%). Pada kelompok intervensi sebelum intervensi</p> <p class="p1">rata-rata kadar bilirubin bayi adalah 16,4 mg/dL dan rata-rata setelah intervensi yaitu 11,9 mg/dL. Pada</p> <p class="p1">kelompok kontrol sebelum intervensi rata-rata kadar bilirubin bayi adalah 17,7 mg/dL dan rata-rata</p> <p class="p1">setelah intervensi yaitu 10,6 mg/dL. Pada kelompok intervensi sebelum intervensi sebagian besar kadar</p> <p class="p1">bilirubin responden dalam katagori patologis (59,1%) dan setelah intervensi ada dalam katagori</p> <p class="p1">fisiologis (81,8%). Sedangkan pada kelompok kontrol sebelum intervensi sebagian besar ada dalam</p> <p class="p1">katagori patologis yaitu 81,8% setelah intervensi sebagian besar dalam katagori fisiologis yaitu 68.2%.</p> <p class="p1">Pada kelompok intervensi rata-rata kadar bilirubin bayi setelah intervensi adalah 4,5 mg/dL dan pada</p> <p class="p1">kelompok kontrol rata-rata kadar bilirubin setelah intervensi yaitu 3,9 mg/dL.Terdapat perbedaan</p> <p class="p1">signifikan penurunan kadar bilirubin bayi ikterik setelah dipijat dan diberi ASI pada kelompok</p> <p class="p1">intervensi (p-Value 0,008). Terdapat perbedaan signifikan penurunan kadar bilirubin pada bayi ikterik</p> <p class="p1">yang dipijat tapi tidak diberi ASI pada kelompok kontrol (p-Value 0,000). Tidak ada perbedaan</p> <p class="p1">signifikan kadar bilirubin bayi ikterik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah</p> <p class="p1">intervensi (p-Value 0,055). Pijat bayi dan pemberian ASI dapat mengurangi kadar bilirubin pada</p> <p class="p1">hiperbilirubinemia neonatal dan dapat direkomendasikan untuk diberikan dalam perawatan dengan hati-</p> <p class="p1">hati. Pijat bayi mungkin efektif untuk pencegahan penyakit kuning patologis pada bayi baru lahir yang</p> <p class="p1">sehat.</p> <p class="p1">&nbsp;</p> Dyah Mayasari Fatwa Abela Mayunita Melisa Putri Rahmadhena Bunga Romadhona Haque Lili Anggraini Wiwin Widyastuti Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-03-10 2026-03-10 3 1 HUBUNGAN POLA ASUH DAN PENGASUHAN BERSAMA (CO-PARENTING) DENGAN PEMENUHAN NUTRISI IBU HAMIL DAN BALITA https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/148 <div> <p>Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—yang dimulai sejak pembuahan dalam rahim ibu hingga anak berusia dua tahun—merupakan periode emas (<em data-path-to-node="3" data-index-in-node="139">golden period</em>) sekaligus periode kritis yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemenuhan nutrisi yang optimal pada masa kehamilan dan balita menjadi fondasi utama dalam mencegah gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta risiko penyakit tidak menular di kemudian hari. Kendati demikian, masalah gizi kurang (<em data-path-to-node="3" data-index-in-node="482">undernutrition</em>), anemia pada ibu hamil, hingga kejadian<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em data-path-to-node="3" data-index-in-node="538">stunting</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>dan<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em data-path-to-node="3" data-index-in-node="551">wasting</em>pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang krusial, baik secara global maupun di tingkat nasional.</p> </div> <div> <p data-path-to-node="4">Di Indonesia, status gizi ibu hamil dan balita masih memerlukan perhatian serius. Pemenuhan gizi ibu hamil yang tidak adekuat kerap berujung pada kondisi anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK), yang berisiko tinggi melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) serta memicu terjadinya<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em data-path-to-node="4" data-index-in-node="293">stunting</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>pada balita. Berbagai program intervensi gizi spesifik telah digulirkan oleh pemerintah, seperti pemberian tablet tambah darah (TTD) dan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Namun, keberhasilan pemenuhan nutrisi tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan atau fasilitas kesehatan semata, melainkan sangat dipengaruhi oleh dinamika lingkungan domestik, khususnya pola pengasuhan dalam keluarga.</p> </div> Budi Ermanto Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-04-21 2026-04-21 3 1 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Orangtua Menikahkan Anak pada Usia Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Karyamekar https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/117 <p style="font-weight: 400;">Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah perkawinan dini tertinggi. Penyebab pernihakan dini dapat dilihat dari berbagai sisi antara lain pengetahuan, pendidikan dan ekonomi orang tua, pola asuh serta peragulan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan orangtua menikahkan anak pada usia dini di wilayah kerja puskesmas Karyamekar Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik sampel yang digunakan adalah <em>accidental sampling </em>dengan jumlah sampel 30 orang. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan program SPSS. Dari analisa univariat diperoleh hasil 20 (54,3%) responden menikahkan anak pada usia dini, 20 (57,1%) responden berpengetahuan rendah, 18 (51,4%) responden berpendidikan rendah, 21 (57,1%) responden memiliki ekonomi sesuai UMR, 20 (54,3%) responden memiliki pola asuh baik dan 19 (51,4%) responden memiliki anak dengan pergaulan tidak baik. Dari hasil uji statistic dengan chi square test diperoleh hasil terdapat hubungan antara pengetahuan (pvalue=0,021), pendidikan (pvalue=0,026), ekonomi orang tua (pvalue=0,012), pola asuh (0,004) dan pergaulan anak (pvalue=0,026) dengan orang tua menikahkan anak pada usia dini. Terdapat hubungan antara pengetahuan, pendidikan, ekonomi, pola asuh dan pergaulan anak dengan orangtua menikahkan anak pada usia dini. Diharapkan kepada puskesmas Karyamekar untuk memberikan intervensi sesuai dengan masalah yang ada dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini. &nbsp;</p> Abela Mayunita Sukmawati Melisa Putri Rahmadhena Bunga Romadhona Haque Lili Anggraini Dyah Mayasari Fatwa Wiwin Widyastuti Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-03-10 2026-03-10 3 1 HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALIBELO KABUPATEN BIMA https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/136 <table> <tbody> <tr> <td> <p><strong>Latar belakang: </strong>Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah pola makan yang kurang memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan. &nbsp;<strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Palibelo Kabupaten Bima <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pola makan diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan data anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) yang tercatat pada buku KIA atau rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan kurang sebanyak 32 orang (53,3%). Sebanyak 17 responden (28,3%) mengalami anemia dan 43 responden (71,7%) tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai pvalue = 0,024 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. <strong>Kesimpulan: </strong>Disimpulkan bahwa pola makan berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Peningkatan edukasi gizi dan penerapan pola makan seimbang selama kehamilan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia.</p> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> Aditia Silvia Fazila Ade Sriwahyuningsih Arif Rahman Nurul Syaa'bin Kartika Asli Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-04-01 2026-04-01 3 1 ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI PADA IBU HAMIL TAHUN 2025 https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/122 <p class="p1"><strong>Latar belakang:</strong> Faktor pencetus terjadinya preeklamsia yaitu umur ibu yang terlalu muda atau tua misalnya ibu</p> <p class="p1">hamil berusia ≤20 tahun atau ≥35 tahun, jumlah paritas yang tinggi, riwayat hipertensi, riwayat obesitas, usia</p> <p class="p1">kehamilan, stress, pengetahuan dan kelengkapan ANC, pola makan serta paparan asap rokok, kehamilan gemelli,</p> <p class="p1">mollahidatidosa, dan hidramnion. <strong>Tujuan:</strong> Untuk analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsi</p> <p class="p1">pada ibu hamil tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan</p> <p class="p1"><em>cross sectional. </em>Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami preeklamsia,</p> <p class="p1">dengan jumlah sampel sebanyak 544 responden serta analisis data menggunakan uji <em>chi-square</em>. <strong>Hasil: </strong>Riwayat</p> <p class="p1">hipertensi menjadi faktor yang paling dominan di Puskesmas Batujaya Karawang, usia ibu tidak terbukti</p> <p class="p1">berhubungan secara signifikan di Puskesmas Sukasari Tangerang, riwayat hipertensi menjadi faktor paling dominan</p> <p class="p1">di Puskesmas Legok Tangerang, usia ibu menjadi faktor yang paling dominan di Klinik NMC Kabupaten</p> <p class="p1">Tangerang, paritas sebagai faktor paling dominan di Puskesmas Pondok Kelapa serta riwayat obesitas menjadi</p> <p class="p1">faktor paling dominan di Puskesmas Panjaringan. <strong>Kesimpulan:</strong> fator dominan yang berhubungan dengan kejadian</p> <p class="p1">preeklamsi yaitu riwayat hipertensi, usia ibu, paritas serta riwayat obasitas.</p> Wiwin Widyastuti Abela Mayunita Melisa Putri Rahmadhena Bunga Romadhona Haque Lili Anggraini Dyah Mayasari Fatwa Copyright (c) 2026 Journal Innovation Nusantara Health 2026-03-10 2026-03-10 3 1