Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Kepatuhan Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia di Trimester Kedua
Abstract
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius terhadap ibu dan janin. Rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi suplementasi zat besi menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya prevalensi anemia, khususnya pada trimester kedua. Edukasi gizi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan perilaku kepatuhan ibu hamil terhadap pencegahan anemia.
Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pencegahan anemia pada trimester kedua.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest–posttest control group design. Sampel terdiri dari 60 ibu hamil trimester kedua yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Intervensi berupa edukasi gizi terstruktur, media edukasi, dan reminder selama 4 minggu. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang dimodifikasi, sedangkan status anemia dinilai melalui kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan dengan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0.05.
Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan skor kepatuhan dari 5.1 ± 1.2 menjadi 7.1 ± 0.9 (p<0.001), sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 5.0 ± 1.3 menjadi 5.4 ± 1.2 (p=0.09). Kadar Hb pada kelompok intervensi meningkat dari 10.6 ± 0.7 g/dL menjadi 11.8 ± 0.8 g/dL (p<0.001), sedangkan kelompok kontrol meningkat tidak signifikan (10.7 ± 0.6 menjadi 10.9 ± 0.7 g/dL, p=0.08).
Kesimpulan: Edukasi gizi terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap konsumsi suplementasi zat besi serta memperbaiki kadar hemoglobin. Intervensi ini layak diintegrasikan ke dalam layanan antenatal care sebagai strategi promotif dan preventif dalam menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil.