Pengaruh Edukasi Keluarga Terhadap Keberhasilan Program ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja
Abstract
Latar Belakang: Tren wanita bekerja yang kembali ke tempat kerja pasca-melahirkan menjadi salah satu faktor utama penurunan angka keberhasilan ASI Eksklusif. Hambatan fisik dan psikologis seperti keterbatasan waktu, kelelahan, serta tingkat stres yang tinggi memerlukan sistem pendukung (support system) yang kuat di lingkungan rumah tangga. Keterlibatan aktif keluarga—khususnya suami dan orang tua/mertua—melalui edukasi kesehatan terstruktur berpotensi meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat keberhasilan program ASI Eksklusif pada ibu bekerja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 60 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 0–6 bulan, dipilah secara acak ke dalam kelompok intervensi () dan kelompok kontrol (). Kelompok intervensi mendapatkan modul dan sesi edukasi kebidanan keluarga mengenai teknik perah, manajemen penyimpanan ASI, serta dukungan psikologis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Logistic Regression untuk mengukur signifikansi serta besarnya pengaruh intervensi. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap keluarga terkait manajemen ASI pasca-edukasi (). Angka keberhasilan ASI Eksklusif hingga usia bayi 6 bulan pada kelompok intervensi mencapai 76,7%, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya sebesar 36,7%. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi keluarga terhadap keberhasilan ASI Eksklusif (), yang berarti ibu bekerja dengan keluarga teredukasi memiliki peluang 5,75 kali lebih besar untuk berhasil memberikan ASI Eksklusif. Kesimpulan: Edukasi berbasis kebidanan keluarga efektif secara signifikan dalam meningkatkan keberhasilan program ASI Eksklusif pada ibu bekerja. Intervensi kebidanan di tingkat komunitas hendaknya berfokus tidak hanya pada ibu, tetapi juga melibatkan suami dan anggota keluarga terdekat sebagai pilar pendukung utama.