HUBUNGAN LEVEL LITERACY HEALTH DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DAN DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Abstract
Latar Belakang: Kepatuhan terhadap pembatasan cairan dan diet merupakan kunci utama dalam mencegah komplikasi serius seperti kelebihan volume cairan dan hiperkalemia pada pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis. Namun, tingkat kepatuhan ini sering kali dipengaruhi oleh pemahaman pasien terhadap informasi kesehatan (health literacy). Rendahnya health literacy dapat menghambat pemahaman pasien mengenai instruksi medis dan manajemen perawatan mandiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara health literacy dengan kepatuhan pembatasan cairan dan diet pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 pasien GGK yang menjalani hemodialisis di ruang hemodialisis, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Health Literacy Questionnaire (HLQ) serta kuesioner kepatuhan pembatasan cairan dan diet. Analisis data dilakukan secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat menggunakan uji statistik Spearman Rank . Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat health literacy dalam kategori sedang 12 dan tingkat kepatuhan pembatasan cairan serta diet dalam kategori cukup 28. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara health literacy dengan kepatuhan pembatasan cairan (;0,001,r: 0,003) serta kepatuhan diet (;0,001,r: 0,002) pada pasien GGK.. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara health literacy dengan kepatuhan pembatasan cairan dan diet pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Semakin tinggi tingkat health literacy pasien, semakin baik tingkat kepatuhannya dalam menjalani terapi pembatasan cairan dan diet.