PENGARUH KONSELING KB PASCAPERSALINAN BERBASIS KELUARGA (COUPLE COUNSELING) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI
Abstract
Latar Belakang: Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pascapersalinan masih relatif rendah, salah satunya disebabkan oleh minimnya keterlibatan pasangan dalam pengambilan keputusan. Konseling Keluarga Berencana (Couple Counseling) yang melibatkan suami dan istri secara bersama-sama berpotensi meningkatkan kesadaran serta kesepakatan bersama dalam perencanaan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling KB pascapersalinan berbasis keluarga (Couple Counseling) terhadap pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS). Metode: Penelitian kuasi-eksperimen (quasi-experiment) ini menggunakan rancangan non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari [Jumlah] ibu hamil trimester III menuju pascapersalinan yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (menerima Couple Counseling) dan kelompok kontrol (menerima konseling standar). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square atau McNemar untuk melihat perbedaan proporsi pengambilan keputusan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Kelompok intervensi yang menerima Couple Counseling menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesepakatan pasangan dan pemilihan metode kontrasepsi (terutama MKJP) dibandingkan kelompok kontrol (). Keterlibatan suami secara langsung selama proses konseling secara bermakna meningkatkan pemahaman bersama serta menurunkan hambatan komunikasi antar pasangan. Kesimpulan: Konseling KB pascapersalinan berbasis keluarga (Couple Counseling) efektif meningkatkan keberhasilan pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi. Pendekatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pelayanan asuhan kebidanan pascapersalinan di fasilitas pelayanan kesehatan dasar.