PENGARUH EDUKASI KESEHATAN BERBASIS KELUARGA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III PADA MASA PRE-OPERASI SECTIO CAESAREA
Abstract
Latar Belakang: Tindakan pembedahan Sectio Caesarea (SC) pada ibu hamil trimester III sering kali memicu kecemasan pre-operasi akibat kekhawatiran terhadap keselamatan diri dan janin. Kecemasan yang berlebihan dapat mengganggu stabilitas hemodinamik, meningkatkan risiko perdarahan, serta memperlama proses pemulihan. Edukasi kesehatan berbasis keluarga merupakan strategi pemberdayaan keluarga sebagai sistem pendukung utama (main support system) untuk memberikan dukungan informasional dan emosional guna meredakan kecemasan ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi kesehatan berbasis keluarga terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III pada masa pre-operasi Sectio Caesarea. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Quasi-Experiment dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel terdiri dari 34 ibu hamil trimester III yang dijadwalkan menjalani pembedahan SC elektif di RSUD Kab.Bekasi Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi secara proporsional menjadi dua kelompok: kelompok intervensi yang menerima edukasi kesehatan berbasis keluarga dan kelompok kontrol () yang menerima edukasi standar rumah sakit. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Hasil: Pada kelompok intervensi, terjadi penurunan rata-rata skor kecemasan dari (kecemasan sedang-berat) sebelum intervensi menjadi (kecemasan ringan) sesudah intervensi (). Sedangkan pada kelompok kontrol, ratarata skor kecemasan berubah dari menjadi (). Hasil uji beda dua kelompok (Mann-Whitney U) menunjukkan terdapat perbedaan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (). Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III pada masa pre-operasi Sectio Caesarea. Pelibatan aktif keluarga dalam pemberian informasi pra-bedah direkomendasikan untuk diterapkan sebagai bagian dari standar pelayanan asuhan kebidanan di ruang perawatan maternitas.