HUBUNGAN ANTARA RELAKSASI AUTOGENIK DAN MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PASIEN POST-OPERASI LAPARATOMI
Abstract
Latar Belakang: Laparatomi merupakan prosedur pembedahan mayor pada abdomen yang kerap menimbulkan nyeri berat pasca-operasi. Nyeri yang tidak tertangani secara optimal dapat memicu komplikasi respirasi, kardiovaskular, serta memperlama masa perawatan. Kombinasi terapi non-farmakologis relaksasi autogenik dan terapi musik klasik diperkirakan mampu menstimulasi hormon endorfin dan menghambat persepsi nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan efektivitas kombinasi terapi relaksasi autogenik dan musik klasik terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post-operasi laparatomi. Metode: Penelitian Quasi-Experiment dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design ini melibatkan 30 responden pasien post-laparatomi yang dipilih melalui purposive sampling. Sampel dibagi secara proporsional menjadi kelompok intervensi () yang menerima terapi kombinasi selama 15–20 menit, dan kelompok kontrol () yang menerima asuhan keperawatan standar. Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney U (). Hasil: Terjadi penurunan rata-rata skala nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi dari menjadi (). Sementara kelompok kontrol mengalami penurunan dari menjadi (). Uji beda antar kelompok (Mann-Whitney) menunjukkan terdapat perbedaan penurunan skala nyeri yang signifikan antara kelompok intervensi dan control. Kesimpulan: Kombinasi relaksasi autogenik dan musik klasik terbukti berhubungan signifikan dan efektif menurunkan skala nyeri pasien post-operasi laparatomi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan mandiri di ruang perawatan bedah.