HUBUNGAN POLA ASUH DAN PENGASUHAN BERSAMA (CO-PARENTING) DENGAN PEMENUHAN NUTRISI IBU HAMIL DAN BALITA

Authors

  • Budi Ermanto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Abstract

Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—yang dimulai sejak pembuahan dalam rahim ibu hingga anak berusia dua tahun—merupakan periode emas (golden period) sekaligus periode kritis yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemenuhan nutrisi yang optimal pada masa kehamilan dan balita menjadi fondasi utama dalam mencegah gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta risiko penyakit tidak menular di kemudian hari. Kendati demikian, masalah gizi kurang (undernutrition), anemia pada ibu hamil, hingga kejadian stunting dan wastingpada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang krusial, baik secara global maupun di tingkat nasional.

Di Indonesia, status gizi ibu hamil dan balita masih memerlukan perhatian serius. Pemenuhan gizi ibu hamil yang tidak adekuat kerap berujung pada kondisi anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK), yang berisiko tinggi melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) serta memicu terjadinya stunting pada balita. Berbagai program intervensi gizi spesifik telah digulirkan oleh pemerintah, seperti pemberian tablet tambah darah (TTD) dan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Namun, keberhasilan pemenuhan nutrisi tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan atau fasilitas kesehatan semata, melainkan sangat dipengaruhi oleh dinamika lingkungan domestik, khususnya pola pengasuhan dalam keluarga.

Author Biography

Budi Ermanto, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

kebidanan

Downloads

Published

2026-04-21