Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keharmonisan Pasangan Suami Istri pasca-Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Jangka Panjang
Abstract
Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera, dan harmonis. Keharmonisan dalam rumah tangga tidak hanya dibangun di atas landasan kasih sayang dan komunikasi, melainkan juga dipengaruhi oleh kesejahteraan fisik, emosional, serta kepuasan hubungan intim antarpasangan. Salah satu aspek penting yang mendukung perencanaan dan stabilitas keluarga adalah pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) melalui penggunaan alat atau obat kontrasepsi.
Di Indonesia, kontrasepsi hormonal—khususnya jenis jangka panjang seperti implan (susuk) dan suntik 3 bulanan—menjadi salah satu metode kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh pasangan usia subur (PUS). Metode ini dinilai memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, praktis, serta efisien dari segi waktu dan biaya. Kendati demikian, penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu yang panjang (long-term use) membawa implikasi biologis dan psikologis yang bermakna bagi tubuh wanita.