HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALIBELO KABUPATEN BIMA
Abstract
Latar belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah pola makan yang kurang memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Palibelo Kabupaten Bima Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pola makan diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan data anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) yang tercatat pada buku KIA atau rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan kurang sebanyak 32 orang (53,3%). Sebanyak 17 responden (28,3%) mengalami anemia dan 43 responden (71,7%) tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai pvalue = 0,024 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pola makan berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Peningkatan edukasi gizi dan penerapan pola makan seimbang selama kehamilan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia.