ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI PADA IBU HAMIL TAHUN 2025
Abstract
Latar belakang: Faktor pencetus terjadinya preeklamsia yaitu umur ibu yang terlalu muda atau tua misalnya ibu
hamil berusia ≤20 tahun atau ≥35 tahun, jumlah paritas yang tinggi, riwayat hipertensi, riwayat obesitas, usia
kehamilan, stress, pengetahuan dan kelengkapan ANC, pola makan serta paparan asap rokok, kehamilan gemelli,
mollahidatidosa, dan hidramnion. Tujuan: Untuk analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsi
pada ibu hamil tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami preeklamsia,
dengan jumlah sampel sebanyak 544 responden serta analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Riwayat
hipertensi menjadi faktor yang paling dominan di Puskesmas Batujaya Karawang, usia ibu tidak terbukti
berhubungan secara signifikan di Puskesmas Sukasari Tangerang, riwayat hipertensi menjadi faktor paling dominan
di Puskesmas Legok Tangerang, usia ibu menjadi faktor yang paling dominan di Klinik NMC Kabupaten
Tangerang, paritas sebagai faktor paling dominan di Puskesmas Pondok Kelapa serta riwayat obesitas menjadi
faktor paling dominan di Puskesmas Panjaringan. Kesimpulan: fator dominan yang berhubungan dengan kejadian
preeklamsi yaitu riwayat hipertensi, usia ibu, paritas serta riwayat obasitas.