PENURUNAN KADAR BILIRUBIN BAYI YANG DIBERI PEMIJATAN PADA BAYI ASI DAN TANPA ASI DI WILAYAH BANTEN TAHUN 2024

Authors

  • Dyah Mayasari Fatwa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
  • Abela Mayunita Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
  • Melisa Putri Rahmadhena Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
  • Bunga Romadhona Haque Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
  • Lili Anggraini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
  • Wiwin Widyastuti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Abstract

Hiperbilirubinemia tidak langsung merupakan salah satu kondisi yang paling mempengaruhi kesehatan

bayi baru lahir di seluruh dunia dan terjadi pada 60% bayi baru lahir cukup bulan dan 80% bayi baru

lahir prematur. Pijat bayi dapat menjadi metode yang efektif penanganan bayi ikterik. Penelitian ini

bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar bilirubin pada bayi yang diberi pemijatan dengan ASI dan

tanpa ASI. Rancangan yang digunakan adalah pre-test and post-test with control group (quasy

experiment with control). Populasi dalam penelitian ini adalah bayi ikterik yang dirawat di rumah sakit

di wilayah Banten pada bulan Juni tahun 2024 sebanyak 50 bayi dengan jumlah sampel 44 bayi. Teknik

pengambilan sampel dengan pendekatan purposive sampling. Sebagian besar responden pada kelompok

intervensi adalah bayi ikterik dengan jenis kelamin perempuan (54,5%) dan pada kelompok kontrol

sebagian besar responden adalah bayi laki-laki (59,1%). Pada kelompok intervensi sebelum intervensi

rata-rata kadar bilirubin bayi adalah 16,4 mg/dL dan rata-rata setelah intervensi yaitu 11,9 mg/dL. Pada

kelompok kontrol sebelum intervensi rata-rata kadar bilirubin bayi adalah 17,7 mg/dL dan rata-rata

setelah intervensi yaitu 10,6 mg/dL. Pada kelompok intervensi sebelum intervensi sebagian besar kadar

bilirubin responden dalam katagori patologis (59,1%) dan setelah intervensi ada dalam katagori

fisiologis (81,8%). Sedangkan pada kelompok kontrol sebelum intervensi sebagian besar ada dalam

katagori patologis yaitu 81,8% setelah intervensi sebagian besar dalam katagori fisiologis yaitu 68.2%.

Pada kelompok intervensi rata-rata kadar bilirubin bayi setelah intervensi adalah 4,5 mg/dL dan pada

kelompok kontrol rata-rata kadar bilirubin setelah intervensi yaitu 3,9 mg/dL.Terdapat perbedaan

signifikan penurunan kadar bilirubin bayi ikterik setelah dipijat dan diberi ASI pada kelompok

intervensi (p-Value 0,008). Terdapat perbedaan signifikan penurunan kadar bilirubin pada bayi ikterik

yang dipijat tapi tidak diberi ASI pada kelompok kontrol (p-Value 0,000). Tidak ada perbedaan

signifikan kadar bilirubin bayi ikterik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah

intervensi (p-Value 0,055). Pijat bayi dan pemberian ASI dapat mengurangi kadar bilirubin pada

hiperbilirubinemia neonatal dan dapat direkomendasikan untuk diberikan dalam perawatan dengan hati-

hati. Pijat bayi mungkin efektif untuk pencegahan penyakit kuning patologis pada bayi baru lahir yang

sehat.

 

Author Biographies

Dyah Mayasari Fatwa, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Kebidanan

Abela Mayunita, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Kebidanan

Melisa Putri Rahmadhena, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Kebidanan

Bunga Romadhona Haque, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Kebidanan

Lili Anggraini, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Kebidanan

Wiwin Widyastuti, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Kebidanan

Downloads

Published

2026-03-10